Terbentuk wajah dalam kerinduan,
Terbayang muka didalam kegugupan,
Apa yang terjadi, bukanlah kehendak diri,
Kini entah mengapa,
Secuil kabar pun tidak aku temui.
Wahai wajah yang terlukis,
Tidakkah kau mengerti apa yang sedang bergejolak ?
Semua bentuk menyerupai tingkah dulu,
Dimanakah kamu ?
Kerinduan ini...
Tiada sanggup disimpan dilembah katangguhan,
Tiada mampu untuk ku sembunyikan dibalik ketenangan,
Akhirnya inilah yang aku rasa.
AKU RINDU.
Wahai Reranting perangkai bentuk...
Sungguh tak menyangka tiada sapa,
Tak ku duga tiada burung penyampai berita,
Apakah kau bahagia ?
ENTAHLAH,
Mungkinkah hati masih terpaut ?
Mungkinkah bathin terhubung ?
Jika masih,
Aku ingin kau juga rasakan bahwa betapa aku
MERINDUKANMU.
Terbayang muka didalam kegugupan,
Apa yang terjadi, bukanlah kehendak diri,
Kini entah mengapa,
Secuil kabar pun tidak aku temui.
Wahai wajah yang terlukis,
Tidakkah kau mengerti apa yang sedang bergejolak ?
Semua bentuk menyerupai tingkah dulu,
Dimanakah kamu ?
Kerinduan ini...
Tiada sanggup disimpan dilembah katangguhan,
Tiada mampu untuk ku sembunyikan dibalik ketenangan,
Akhirnya inilah yang aku rasa.
AKU RINDU.
Wahai Reranting perangkai bentuk...
Sungguh tak menyangka tiada sapa,
Tak ku duga tiada burung penyampai berita,
Apakah kau bahagia ?
ENTAHLAH,
Mungkinkah hati masih terpaut ?
Mungkinkah bathin terhubung ?
Jika masih,
Aku ingin kau juga rasakan bahwa betapa aku
MERINDUKANMU.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar