Rabu, 08 Januari 2014

KETULUSANKU

Hasrat dalam jiwa menyembunyikan beribu rasa,
tertampak dan terbangkit ketika langkahmu mendekat,
semua berkata riang,
seluruh tubuh merasa ringan seakan tiada beban,
seolah akan terbang dlm keindahan,
dari cara karakter kamu mampu membuat aku berkata tulus dalam kehalusan,
membuat suatu pintu terbuka dan menjamu kedatanganmu,
dan aku ingin kau tetap berada didalamnya ssmpai selamanya,,

Nurani memang tak seperti jiwa yg tampak,
tapi akan tercermin kepada gerak-gerik tubuh yang akan membuatmu mengerti akan apa yang nuraniku sedang rasakan,
yang membuatmu faham akan apa yang sedang mendahsyat dari yang dahsyat,
dan itu mungkin sebagian telah kau terawang dengan pandanganmu,
dan ketika kau pandang,
aku berucap lembut dan penuh kelembutan,
inilah aku...
inilah adanya aku,yg ingin bersamamu setiap wktu,
walau harus merasa rindu disaat ruang dan waktu menyentuh.

Mungkin anggapan negatife ada ditujukan padaku,
tapi yah...
inilah aku yg menimbulkan rasa sayang yang belum pernah kutumpahkan sebelumnya,
walau ku belum tau sempurna menuangkannya,
setidaknya kau merasakan sekalipun hanya sedikit,
agar kau dapat menghargai dengan ketulusan jua padaku,
bukan karna yg lain,
karna hal ini sangat berharga dan tak mampu dihargai melainkan penghargaan istimewa,
yaitu ''sesuatu'' dr hatimu.

Aku akan selalu ada disaat suka duka mu,
jarak bukanlah sebagai penghalang bagiku,
tapi jarak adalah resep kerinduan yang mmbuat hasrat mmbentuk berjuta rasa,
yang terpendam dan akan tertuang ketika masanya tiba,
teruslah bersemangat menempuh kehidupan,karna hidup butuh kamu dan akupun sangat butuh kamu melebihi apa yg kamu kira.

Ketegaran dapat bangkit dan kelemahan dapat tunduk ketika kebersamaan diarungi disaat dunia menampung berbagai cinta,
dan cintaku ada padamu,
cintaku untukmu selamanya,
dan cuma kamu,
selamanya ....

SIAPA AKU ?

Siapa aku ?
Yang berani masuk ke area ini ?
Berani merenggut ke_tidak wajaran ?
Berani melawan pedang tajam runcing dan licin ?
Telah coba berjalan diatas jalan yang penuh ranjau ?
Memantau desa yg tak harus dipantau ? Mengulang kisah kota yg telah hancur dilumatkan ?
Menghanyutkan diri dalam kebodohan ? Menyertakan diri dalam daftar api ?

Siapa aku ?
Yang selalu hadir dalam diary panas ?
Melawan kematian ?
Melawan sang Raja ?
Bertingkah senono didepan sang Raja ? Meludah sang Raja ?
Mempermainkan singasana nya ?
Mengobrak_abrikkan istana nya ? Merobekkan baju kebanggaan nya ? Menghancurkan harapnya ?
Menolak pemberian nya ??
Siapa aku ??
Yang berani terjun ke jurang yang sangat dalam ?
Yang telah hadir dalam perkomplotan dan pemboykotan ?
Berlari mengejar pedang ?
Mengejar ranjau ?
Mengejar cambuk yg ada ditangan algojo-algojo ?
Menerkam harimau yang lapar ?
Merobek mulut singa ?
Melawan naga ?
Menelan pepohonan yang super besar ?

Siapa pula aku ?
Yang lemah tapi seolah-olah kuat dalam hal perlawanan ?
Yang berani menelan dunia ?
Menciptakan noda dan meluaskan nya,,, ??

SIAPA AKU....BERANI-BERANI NYA AKU SEPERTI INI,YG MENJEBAK DAN MENCELAKAKAN DIRI SENDIRI.....

.setangguh ini kah aku ?
.sejahat inikah aku ?
.sebodoh inikah aku ?
.sejelek inikah aku ?

.RAJAKAH AKU ?
.PENGUASAKAH AKU ?
.JAGOKAH AKU ?
.TANGGUHKAH AKU ?
.TUHANKAH AKU ?
Tidak, tidak sama sekali, tapi kenapa aku seperti ini yang berani masuk ke area ini ??

.adakah niat tuk kembali ?
.adakah niat tuk mendelete ?
.adakah niat tuk mereset ?
.adakah niat tuk buka suatu pintu ?
.keluar dari keangkuhan ini ?
.berbalik ke arus sesungguh nya ?
Cepat lah kembali,..,

Tuhan,,,Tanpa petunjuk mu aku tak kan bisa, tapi aku akan berusaha dengan tenaga dan fikiranku tuk meraih ma'af dan ridhomu,


bukankah aku berakal ?
Kenapa tak gunakan akal selama ini ??? Afala ta'qiluun ??

Ihdinasshiraathalmustaqiim,,,

Janji nya benar dan sangat pasti,dan hukuman nya nyata dan tidak dapat dipungkiri___________

PENANTIAN

Dia...

Pengharapan yang tinggi
memberi peluang dengan janji
membuat hati ikut berjanji
akan kunanti...

Senja sudah hampir setahun berganti
begitu pula dengan pagi,

selang pergantian hari-hari itu
aku menyelip kasih dalam kerinduan
aku menyimpan rasa dalam keseharian

Aku ingin dia akan segera menjemput janji kita
disini...

MANTAN

Tawa itu...
mengingatkan kembali
sementara rautnya berkeliling mengelilingi,

Aku terdiam
berhenti sejenak seakan menyesali
ya... benar,
aku memang menyesali hal ini,

Dia yang telah jauh
disini hanya tinggal bekas-bekas pasi,

Aku hanyut...
aku ingin dia kembali
tapi tidak mungkin...

Dia sudah menggenggam erat cinta lain...

KAMU

cintaku...
tegap karena perhatiannya
kuat juga karena perhatiannya
tapi,
itu dulu...

namun sekarang ?

sekarang...
antara kawan dan aku tiada beda
aku telah bergabung dengan mereka
aku telah sama dengan mereka

tapi...
bagaimana dengan cintanya ?

Senin, 06 Januari 2014

BEBAN CINTA

Cinta punya rasa
Mengalahkan segalanya
Yang membuat aku hanyut dalam cintamu
Hingga aku selalu merindukanmu...

Tapi hanya tinggal kerinduan

Andai saja cinta tak punya rasa dan tak mengalahkan segalanya

Mungkin aku tak terbebani dan tak tersiksa akan kerinduanku padamu
Tapi yahhh...

Hanya tinggal kerinduan .

AKU INGIN KAU UTUH BAGIKU


hari2 yg dulu dilalui penuh dgn kegersangan dan kehampaan, mencari arti tanpa tau apa yg harus dilakukan, berjalan dgn kesendirian, kegelapan, dan kesukaran..
sampai akhirnya bertemukan pusat keindahan dan ketenangan yg benar2 mendatangkan effect kenyamanan, membuat kegersangan dan kehampaan itu beralih menjadi subur dan lebih berwarna,, taukah kamu dimana kenyamanan itu ditemukan ? yah.. kamu, jawabannya adalah kamu, kamu lh org yg memberi effect kenyamanan yg kutemukan,, aku senang...

seiring berjalannya waktu, berjalannya masa ke masa, ternyata kenyamanan itu tidak lh sempurna terasa, bila tdk memiliki kamu seutuhnya...

terbangunkan, terpilu, mengenang harapan selama ini yg selalu menjadi impian kehidupan ternyata belum terlegalisir dgn keresmian kamu seutuhnya bagiku, sedikit rasa ingin mengadu tp hanya kepada hati sendirilah peraduan itu kulabuhkan.. kelopak mata harus aku fungsikan sbg penahan derasnya luapan kesedihan, yah layaknya lelaki, air mata mesti harus disimpan rapat2, cukup rasakan dgn mata terbuka dan pandangan kedepan penuh harapan, memandang tanpa kedip, terfokus pd 1 titik, tanpa kedip dan.... yah.. aku melamun... belakangan ini aku sering melamun, berharap kamu seutuhnya, benar2 utuh, utuh dan seutuh-utuhnya... gak setengah2..

rasa sayang telah membuat kenyamanan itu semakin meninggi, walau apa yg mesti dihadapi, walau harus membendung dan mengunci air mata agar terlihat tegar, tetap langkah ini akan terus dimajukan,,

sampai saat ini, air mata masih sanggup utk aku tahan, aku simpan dan berusaha ceria, entah sampai kapan aku bisa menyembunyikan tangis dalam tawa, entah kapan saatnya lelaki kehilangan ketegaran hingga air matanya meluap dan meleleh dipipi mulusnya, yah... aku terlanjur sayang dan akan terus menyayangi, "SAYANG, JANGAN BUAT AKU MENANGIS DAN BERSEDIH, KARENA AKU BENAR2 SAYANG PADAMU".

LONG DISTANCE RELATIONSHIP

Aku telah seperti ini, dan...
Aku nikmati yang ini
Tapi..
Aku bagaikan tidak berada disini.

Aku sangat inginkan waktunya
Namun, segala berkas itu menyibuk-pusingkan dirinya
Aku disini hanya bisa bermain angin suara saja.

Aku tidak seperti mereka
Yang bisa berbagi kesan, canda, dan tawa,
Mereka lalui hari-hari special
Seperti Tahun Baru misalnya,
Hari ulang tahun, dan apalah itu
Aku TIDAK bersama Dia.

Tapi, tak semua cinta dipatahkan dan hancur karena itu
Justru aku bertahan adalah bukti cinta TERKUAT yang terus aku pertahankan untuknya.

BEBAN



"TUHAN...
BANTU AKU UNTUK TEGAR HADAPI SEMUA INI,

TUHAN...
BUAT AKU SEMANGAT JALANI HARI-HARI KU".

......
Memang sulit bagi para pemula,
Membanting akal kesana meng_aksara gulana,
Selalu memaksa yang tiada seolah ada,
Dan meronta-ronta menyerta merta.

DIMANA... DIMANA... ?

Sungguh suatu sugesti yang benar-benar sangat amat menyeret pergi senyapnya ketenangan,
Melempar kuasa dan menimpa rasa,
Apakah ini kesalahan atau pengajaran mungkin tiada beda,
Yang aku sangat khawatirkan saat ini ialah dimana sudut titik fokus itu tidak aku temukan nantinya,
Sehingga raga akan terjerat dilembah bangkai yang tak berguna, yah... dilembah bagkai yang tak berguna.

WOAOWWW...
Sungguh tiada sejalan perencanaan yang sudah terancang, Dan Kini...
Mungkin sudah saatnya aku akan lampiaskan do'a demi do'a,

oh... sudahlah...

Semoga dan semoga saja engkau dengarkan dan menoleh ku dengan Rahmat-Mu TUHAN.

PURNAMA MERINDU


Terbentuk wajah dalam kerinduan,
Terbayang muka didalam kegugupan,
Apa yang terjadi, bukanlah kehendak diri,
Kini entah mengapa,
Secuil kabar pun tidak aku temui.

Wahai wajah yang terlukis,
Tidakkah kau mengerti apa yang sedang bergejolak ?
Semua bentuk menyerupai tingkah dulu,
Dimanakah kamu ?

Kerinduan ini...
Tiada sanggup disimpan dilembah katangguhan,
Tiada mampu untuk ku sembunyikan dibalik ketenangan,
Akhirnya inilah yang aku rasa.
AKU RINDU.

Wahai Reranting perangkai bentuk...
Sungguh tak menyangka tiada sapa,
Tak ku duga tiada burung penyampai berita,
Apakah kau bahagia ?
ENTAHLAH,

Mungkinkah hati masih terpaut ?
Mungkinkah bathin terhubung ?
Jika masih,
Aku ingin kau juga rasakan bahwa betapa aku
MERINDUKANMU.

MATAHARI tolong sampaikan

Terbenamlah wahai matahari,
Bawa lah segala jemari-jemari pedih,
Dan sertakan KEBAHAGIAAN MALAM setelah ini,
Hingga aku akan temui matahari pagi dengan kecerahan menyinari sebuah kegelisahan.

Matahari...
Aku hanya ingin ada yang tahu bahwa :
Tiada yang dapat menghibur diri kecuali hanya aku sendiri,

Tiada yang mampu mendekap, kecuali hanya aku sendiri,

Tiada yang sudi menemani ku menyaksikan terbenamnya matahari kecuali aku sendiri...

Yah... hanya ada aku dan kau... matahari...

Oh ya Matahari...
Sudikah kiranya kau terbenam sore ini sambil membawa semua kegilaan dunia ?
Membenamkan huru-hara dan melenyapkan kebodohan ?

Jika iya,

Aku ingin secepatnya kegilaan ini kau bawa menghadap tuhan kita ALLAH azza wa jalla,
Ceritakan pada-Nya betapa dunia sudah semakin gila, dan aku adalah salah satu korban dari kegilaan itu,

Tolong ya Matahari,
Katakan pada Tuhan betapa saat ini aku sangat membutuhkan-Nya.

HARAPKU

Aku berdiri menapakkan kaki disini,
Berdiri tegap memandang asa pribadi.
-Akankah aku bisa melewati cobaan ini ?

Oh sang pencipta...
Awan-Mu berkalang gulung disana,
Merangkai bentuk bergerak merubah-ubah.
-Apakah juga kehidupan ini akan berubah-ubah seperti awan-Mu ?
-Jika benar, kapan perubahan itu membujuk hatiku ?

Tuhan...
Aku percaya dibalik awan itu akan ada birunya langit, rona yang menyejukkan semua cobaan, memberi keindahan, dan menggugah kekaguman.
-Apakah dengan bersabar aku akan temukan langit kehidupan ?
-Apakah aku menjadi indah setelah cobaan ini ?
-Apakah kau bakal mengagumi sebuah kesabaran ?

Oh...
Ingin rasanya ditengah awan sana memunculkan PELANGI secara tiba-tiba, hingga aku akan merasakan betapa ketenangan hadir ditengah kesusahan.

Ya ALLAH

Ya ALLAH,
Aku hanya bisa memandang sejauh mana batas mata ku memandang,

Tapi TIDAK dengan hati ku....

Aku mohon,
Jadikan lah hati ku bersih dan selalu berbaik sangka dalam memandang menerawang cobaan dari-Mu,

Biarlah mataku menyengsara derita,
asal hati ku hidup karena-Mu...

Biarlah mata ku rentan akan beban,
asalkan kau teguhkan hati ku untuk tidak berpaling dari harap-Mu.

Aamiin.

MAAF

Banyak hal yang aku lakukan namun tak kusadari itu adalah menyakitkanmu,

aku telah buta dengan sikapku,
aku pun telah mengombang-ambingkan kebahagiaan kita, yang sebenarnya kita tak perlu banyak bertengkar mengumbar kata2 basi,
hanya cukup mempercayai, memiliki, dan memahami.

Akhirnya aku tahu,,,
Kamu adalah orang yang paaaalllliiinnnggg baik,

maafkan kebutaan ku ya, juga maafkan sifat buruk ku.

"Love me?, always?" harapku manja dan mata berkaca-kaca.

"Always, promise... !!" Jawabnya dengan wajah tersenyum.